Blogroll

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. Selamat datang di blog kami. Insya Allah isi blog ini bermanhajkan Ahlussunah waljama'ah yang sesuai dengan pemahaman generasi awal yang shalih. Di izinkan untuk disebarluaskan dengan tetap mencantumkan sumber. Jazakumullahu khairan

Pages

Rabu, 30 November 2011

Mengenal Apa itu Tabi’in?


بسم الله الرحمن الرحيم
Sering sekali saya berkata, Ikutilah manhaj sesuai dengan apa yang telah diajarkan Rasululloh r dan tiga generasi umat terbaik, yaitu para shahabat, tabiin dan tabiut tabiin. Nah, sebenarnya siapakah tabiin ini?
Definisi Tabiin
Secara bahasa kata Tabiin merupakan bentuk jamak (Plural) dari Tabii atau Tabi. Tabi merupakan Ism Fail dari kata kerja Tabia. Bila dikatakan, Tabiahu fulan, maknanya Masya Khalfahu (Si fulan berjalan di belakangnya).  Secara istilah adalah orang yang bertemu dengan shahabat dalam keadaan Muslim dan meninggal dunia dalam Islam pula. Ada yang mengatakan, Tabii adalah orang yang menemati shahabat.
Faedahnya
Di antara faedah mengenal Tabiin adalah agar dapat membedakan mana hadits Mursal (ucapan Tabii yang meriwayatkan langsung dari Nabi r tanpa menyebutkan shahabat) dan mana hadits Muttashil (bersambung sanadnya hingga kepada Nabi r).
Thabaqat Tabiin
Para ulama berbeda pendapat mengenai Thabaqat (tingkatan) Tabiin. Karena itu, mereka mengklasifikasikannya berdasarkan pandangan masing-masing, di antaranya:
1. Imam Muslim ? menjadikannya tiga Thabaqat
2. Ibn Sad ? menjadikannya empat Thabaqat
3. Al-Hakim ? menjadikannya lima belas Thabaqat, yang pertamanya adalah orang yang bertemu dengan sepuluh shahabat yang diberi kabar gembira untuk masuk surga.
Siapa Mukhadhramin?
Kata Mukhadhramin merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Mukhadhram. Pengertiannya adalah orang yang hidup pada masa Jahiliyah dan masa Nabi r lalu masuk Islam akan tetapi ia tidak sempat melihat beliau r. Menurut pendapat yang shahih, Mukhadhramin dimasukkan ke dalam kategori kalangan Tabiin. Jumlah mereka ditaksir sebanyak 20 orang seperti yang dihitung oleh Imam Muslim ?.
Akan tetapi pendapat yang tepat, bahwa jumlah mereka lebih dari itu, di antara nama mereka terdapat Abu Utsman an-Nahdi ? dan al-Aswad bin Yazid an-Nakhaiy ?.
Siapa Tujuh Fuqaha?
Di antara deretan para tokoh besar Tabiin adalah mereka yang disebut al-Fuqaha as-Sab’’ah (Tujuh Fuqaha). Mereka-lah para ulama besar kalangan Tabiin dan semuanya berasal dari Madinah.
Mereka adalah:
1. Said bin al-Musayyib ?
2. al-Qasim bin Muhammad ?
3. Urwah bin az-Zubair ?
4. Kharijah bin Zaid ?
5. Abu Salamah bin Abdurrahman ?
6. Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah ?
7. Sulaiman bin Yasar ?
(Dalam hal ini, Ibn al-Mubarak ? memasukkan Salim bin Abdullah bin Umar ? menggantikan Abu Salamah ?. Sedangkan Abu az-Zinad ? memasukkan Abu Bakar bin Abdurrahman ? menggantikan dua nama; Salim dan Abu Salamah ?)
Siapa Kalangan Tabiin Yang Paling Utama?
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai siapa di antara kalangan Tabiin tersebut yang paling utama. Pendapat yang masyhur bahwa yang paling utama di antara mereka adalah Said bin al-Musayyib ?. Abu Abdillah ?, Muhammad bin Khafif asy-Syairazi ? berkata, Ahli Madinah mengatakan, Tabiin paling utama adalah Said bin al-Musayyab ?. Ahli Kufah ? mengatakan, Uwais al-Qarni. Ahli Bashrah mengatakan, al-Hasan al-Bashari ?.’”
Siapa Kalangan Tabiiyyat Yang Paling Utama?
Abu Bakar bin Abu Daud ? berkata, Dua wanita tokoh utama kalangan Tabiiyyat (para wanita kalangan Tabiin) adalah Hafshoh binti Sirin dan Amrah binti Abdurrahman. Setelah itu, Ummu ad-Darda.*
Karya-Karya Yang Paling Masyhur Tentang Tabiin
Di antaranya adalah kitab Marifah at-Tabiin karya Abu al-Mithraf bin Futhais al-Andalusi.**
* Yang dimaksud di sini adalah Ummu ad-Darda ash-Shugra (isteri muda Abu ad-Darda) yang bernama Hujaimah (ada yang menyebutnya, Juhaimah). Sedangkan Ummu ad-Darda al-Kubra (isteri tua Abu ad-Darda) bernama Khairah yang merupakan seorang wanita shahabat.
** Lihat, ar-Risalah al-Mustathrifah, dari hal. 105
(SUMBER: Taysir Mushtholah al-Hadits karya Dr. Mahmud ath-Thahhan, hal.202-203, penerbit Maktabah al-Maarif, Riyadh, Cet.IX, tahun 1997/1417 H)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons